Kolaborasi Scaller dan Barasuara di Urban Gigs Kalibata Plaza

Share This:
Barasuara x Scaller

Saya rasa ini kedua kalinya di Jakarta, Gerald Situmorang memetik gitar akustik bersama format trio SCALLER yang baru. Sebelumnya, Stella Gareth, Reney Karamoy, dan Enrico Octaviano berkolaborasi dengan Gerald pada gelaran konser tunggal Scaller bertajuk “Spirit of the Thing” di Pacific Place. Kali ini Gerald kembali hadir di panggung Urban Gigs sebagai pembuka konser kolaborasi antara Barasuara x Scaller.

Kedua band ini juga sudah melakukan kolaborasi full bersama anggota band masing-masing pada acara Urban Gigs di Medan. Scaller maju pertama membuka playlist mereka dengan powerful, hampir tidak ada perbedaan dari penampilan mereka secara live dengan hasil rekaman albumnya.

Saya sempat me-request Upheaval yang merupakan lagu tanpa barisan lirik untuk mereka bawakan malam itu.

Stella with her Moog

Luar biasa!

Saya seperti benar-benar mendengarkan lagu mereka di Spotify. Hentakan Enrico yang tepat, sound guitar Reney yang begitu padat dan liar, serta iringan bass yang diambil dari synthesizer Stella yang begitu lengkap menjadikan lagu ini begitu enak untuk dinikmati dalam keadaan live!. Mereka juga menutup setlist dengan “Stay on the Track” dengan tempo yang cepat dan bersemangat. Sebuah lagu yang tepat untuk mengakhiri sebuah konser.

Iga with his Red Telecaster

Lanjut Barasuara, seperti biasa, tidak pernah kehilangan energi. Satu yang baru dan tak luput dari tengah lapang panggung ialah Telecaster merah milik Iga. Selain itu, tentu kostum Asteriska yang selalu eksperimental. Ichyl (panggilan akrab Asteriska) malam itu berkostum terusan Hobo dengan face painting di area mata kanannya. Cantik!

One-winged Ichyl

Yang unik lainnya dijumpai pada malam itu tentu kolaborasi permainan drum kakak beradik Marco Steffiano dan Enrico! Kedua drummer yang lahir dari rahim yang sama itu gemar sekali menggunakan cymbal bertipe fast crash pada set drum mereka masing-masing. Keras! tanpa sustain panjang!

Dua lagu terakhir benar-benar menampilkan kolaborasi dengan formasi band yang lengkap. Patut diacungi jempol untuk tiap personil band ini tanpa terkecuali! Saya sangat mengantisipasi sekali irama Single Coil crunchy milik Iga dengan Humbucker berbodi hollow dari Starcaster milik Reney! Tidak luput juga diiringi petikan melodis yang penuh konsentrasi dari TJ Kusuma yang berselendang gitar PRS. Adalah “The Youth” dan “Api dan Lentera” yang menjadi penutup kolaborasi kedua band yang enerjik itu.

Reney with his Black Starcaster

Dari sekian kolaborasi seberti Barasuara X Efek Rumah Kaca, WSATCC x Sentimental Moods, Danilla x Mondo Gascaro, Kelompok Penerbang Rocket x Sigmun, saya rasa ini akan saya taruh di nomor 2 setelah Barasuara x ERK. However, it is still…. one of the best collaboration of the year!

and here’s a pict with the best female rock artist of the year!

Share This:

Leave a Reply