Pesona Elegan Danilla dan Aksi Eksentrik Elda di Soundsations 2017

Share This:
Soundsations 2017

Untuk memperingati Hari Wanita Sedunia yang jatuh pada hari ini, mari sejenak menyisihkan waktu untuk mengaggumkan dua wanita ini, Elda dan Danilla. Saya tutup dulu sebelah mata saya untuk tidak membahas bahasa panggung Cabrini Asteriska dan Puti Chitara kali ini. Sebagai seorang front woman di sebuah band di atas panggung, Danilla dan Elda punya tanggung jawab lebih untuk memimpin rekan-rekannya menghibur penonton di pelataran parkiran Gandaria City, Jakarta Selatan 5/03/2017. Pesona elegan Danilla dan aksi panggung eksentrik Elda di Soundsations 2017 begitu definitif mewakili peran besar wanita dalam laju perkembangan musik Indie di tanah air.

Lights from Soundsations 2017

Termahsyurkan dengan ketukan yang damai dan diiringi melodi instrumen yang syahdu, Danilla membuka setlistnya dengan memilukan seketika “Senja Di Ambang Pilu” dimainkan. Elegan, tak banyak berkata, langsung saja ia membasuh liur di depan mic barunya itu. Baru kali ini saya melihat Danilla (sepertinya) menggunakan Shure Super 55 Deluxe di atas panggung, karena biasanya ia selalu menggunakan Shure Beta 58 sebagai mikrofon andalannya. Keputusan untuk menggunakan Super 55 merupakan keputusan yang tepat. Saya suka dengan karakter suaranya di depan mic tersebut, terlebih bentuknya yang vintage sangat mewakili suasana Telisik.

Danilla

Buaian, Ada di Sana, dan Entah Ingin Kemana pun dilantunkan sampai akhirnya tiba giliran Kalapuna yang unjuk kebolehan. Itu pertama kali saya mendengar Danilla membawakannya Live. Begitu berkelas lirik dan nadanya, begitu sempurna dimainkan. Tak luput juga mata saya dari Lafa yang tak lagi menggunakan gitar akustik melainkan sebilah Jaguar berwarna putih dan merah yang memberikan halusinasi baru bagi musik Danilla yang kian mendewasa. “Basah!” tuturnya mendefinisikan petikan Lafa yang dinodai varian modulasi analog. Danilla memang memiliki stage speech yang gamblang dan serampangan. Di sesi interview pada beberapa radio, youtube, dan media lainnya, she really uttered some very vernacular vocabularies! Sebuah persona yang jarang akan dibangun oleh musisi perempuan manapun yang pernah saya tonton. Danilla yang kalem, Danilla yang elegan, Danilla yang jujur menuturkan apapun yang ia ingin katakan terlepas dari apa yang orang akan nilai terhadap tindak tuturnya. Setlist majestik Danilla malam itu pun ditutup dengan penonton yang kompak menggerutui lagu Berdistraksi.

Usai Danilla, tibalah untuk pertama kalinya Stars and Rabbit unjuk gigi dihadapan saya yang hanya ditemani Sky Sucahyo di antara ratusan penonton lainnya. Setlist dibuka dengan I’ll Go Along yang diiringi strumming gitar Adi Widodo yang khas kala membekali dirinya dengan si seksi Gibson ES 335 berwarna merah.  Elda kemudian menyambut masuk dengan lelarian kecil dan berteriak disambut gemuruh penonton yang telah menantinya.

Elda Suryani of Stars and Rabbit

Ini memang pertama kalinya saya menonton Stars and Rabbit secara langsung dengan format fullband. Saya jujur tidak begitu banyak mengetahui lagu-lagu apa yang akan dimainkan namun mata dan telinga saya tak pernah luput dari gerakan dan nyanyian Elda yang berkostum merah malam itu. This is how it’s done! Elda berlarian, melompat, menghentakkan kakinya ke lantai panggung, memukul tamborin berbentuk bintang sesuai irama drum. Ia begitu Dominan di atas panggung. Jarang sekali bahkan saya melihat penampilan seorang pentolan band (khususnya wanita) yang begitu energik  dan tak ada habis staminanya. Hanya 3 benda di genggamannya, tamborin, shaker, dan mikrofon AKG D5 yang begitu cocok dengan pita suaranya yang hampir habis digerogoti not-not tinggi.

Stars and Rabbit

Puncak terpecah dari penampilan Stars and Rabbit tentulah masih dipegang oleh single andalan mereka, Man Upon the Hill. Salut sekali saya dibawa merinding oleh gema nada yang unik dari bibir Elda. Tariannya juga begitu khas dan entah terinspirasi dari suku mana ia melakukan gerakan-gerakan tersebut. Tak ada yang lebih berharga bagi seorang seniman musik kala mendengar penikmat karya mereka bernyanyi bersama. Ramai sekali penonton mewakili Elda menyanyikan lagu ini sampai ia berhenti sejenak hanya untuk menikmati suara penonton yang bernyanyi. Lagu ini Menutup penampilan mereka di Soundsations 2017. Elda, Adi, dan kawan-kawan mebungkukkan bahu mereka memberikan salutasi bagi penonton yang hadir malam itu.

Share This:

Leave a Reply